Software & Komputer di Indonesia Bonus Malware

malware

Menurut studi yang dilakukan Microsoft, sebanyak 69 persen komputer maupun DVD terinfeksi program jahat (malware). Hasil temuan dari Tim Microsoft Security Forensics mengungkap, 59.09 persen komputer yang dibeli di Indonesia dan 100 persen DVD yang dibeli di Indonesia mengandung malware. 
National Technology Officer Public Sector Microsoft Indonesia, Tony Seno Hartono memaparkan, Tim Microsoft Security Forensics menggunakan 282 sampel yang terdiri dari DVD dan Harddisk komputer di sejumlah negara di Asia Pasifik.

"Sebanyak 66 DVD dan 216 komputer kami gunakan untuk memantau malware," kata Tony saat konferensi pers 'Piracy & Malware Study Southeast Asia' di Jakarta, Rabu (27/2/2013).

Lebih lanjut Tony mengatakan, pihaknya melakukan sebelas langkah untuk mengetahui aktivitasmalware dari sampel yang diambil. Hasilnya, tingkat infeksi malware pada sampel yang diteliti mencapai 69 persen. Sebanyak 68 persen dari komputer dan 74 persen dari DVD.

Dalam penelitian yang dilakukan, setidaknya terdapat 5.601 kasus dan 1.131 strain untuk malware(malware turunan). Selain itu, ditemukan 240 malware yang melakukan bypass pengecekan keaslian software dan 891 malware dikategorikan aktif menyerang.

"Beberapa malware bisa merubah aturan firewall. Misalnya, kita tentukan memblokir trafik tertentu, namun ketika ada malware aturan diubah," paparnya.

Tim peneliti Microsoft kata Tony, menemukan malware yang mengubah aturan Firewall di komputer. 97 persen malware di antaranya berasal dari komputer dan 15 persen dari cakram DVD.

"Malware juga menonaktifkan Windows update. 79 persen malware bersumber dari komputer dan 33 persen dari DVD," ungkapnya. 

Bahkan, komputer yang terinfeksi memperoleh bonus malware merupakan keluaran vendor ternama, seperti Acer, Asus, Dell, Hp, Lenovo, dan Samsung. Tingkat infeksi komputer berdasarkan berdasarkan negara yaitu, Filiphina, Malaysia, Indonesia, Thailand, Vietnam.

"Komputer asli yang dijual, sudah diganti harddisk-nya. Selain itu, sejumlah driver yang tidak lengkap terpasang memberikan peluang terhadap ancaman malware," tukasnya.



February 27, 2013

0 komentar:

Post a Comment


loading...