Kena Mastitis? Tetaplah Menyusui Bayi!

mastitis
BARU tiga bulan menyusui putra pertama, Satrio, tiba-tiba payudara Wulan memerah, bengkak, disusul dengan nyeri yang rasanya sungguh tidak nyaman. “Mas.. titis… oh, mas... titis..” keluhnya.

Bukan! Wulan sedang tak menyebut nama suaminya. Ya, terkesan seperti menyebut nama panggilan seseorang, bukan? ‘Mas’ yang satu ini memang berbeda. Mastitis, itu nama lengkapnya. Apakah itu? Temukan jawabannya bersama dr. Henry Kolondang, SpB, dari RS Royal Taruma, Jakarta.


Pengertian Mastitis

“Radang pada jaringan payudara yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Dan kebanyakan terjadi pada perempuan yang menyusui,” buka dr. Henry Kolondang, SpB menyinggung ‘sosok’ si mastitis tadi. Lebih lanjut dikatakannya, mastitis ini dapat pula mengenai perempuan yang tidak menyusui.

Singkatnya, ada dua jenis mastitis, yakni:

1. Mastitis puerpuralis, jenis ini dialami setelah masa melahirkan atau menyusui.
2. Mastitis non-puerpuralis, jenis ini terjadi bukan pada saat melahirkan atau menyusui.

Cari Penyebab

Kulit yang bersih atau sehat saja tidak menjamin bisa bebas 100 persen dari kuman atau bakteri, apalagi kalau kulit tersebut terluka. “Begitu kulit puting payudara lecet atau terluka, justru bakteri dari permukaan kulit masuk ke dalam pembuluh ASI dan berkembang pesat,” tutur Henry.

Selain itu, ada hal lain yang menyebabkan bakteri tumbuh subur. “Setelah melahirkan, kelenjar susu menghasilkan susu. Namun, karena susu yang seharusnya dikeluarkan itu tertahan, maka saluran ASI itu mampet. Akibatnya, terjadi infeksi bakteri,” imbuh Dokter lulusan Spesialis Bedah dari Universitas Sam Ratulangi, Manado.


Kenali Gejala

dr. Henry, SpB mencatat beberapa gejala yang musti diwaspadai Moms, antara lain:

- Payudara kemerahan
- Payudara bengkak
- Bila dipegang payudaranya terasa nyeri
- Gejala meriang
- Susah tidur


Penanganan Mastitis

Mastitis memang memiliki perjalanan penyakit, mulai dari gejala ringan hingga berat. Contoh, keluhan yang termasuk mastitis ringan adalah nyeri.

“Kompreslah payudara dengan air hangat selama 5-10 menit, supaya saluran ASI tidak menutup. Lalu, lakukan pijatan (massage) ke arah puting untuk mengurangi nyeri pada payudara,” beber dr. Henry memberi solusi.

Namun, bila Moms melihat akan timbul ‘mata’ nanah pada payudara segeralah berkonsultasi kepada dokter. Biasanya, ujarnya, dokter akan memberi obat antibiotik. Tentu, obat-obatan itu aman bagi ibu dan bayi.

“Meski menggunakan obat-obatan, Moms tetap bisa menyusui bayi. Sebab, umumnya mastitis terjadi pada salah satu payudara dan bukan keduanya,” tandas Dokter kelahiran 17 Februari ini.

Bila Moms melihat sudah timbul ‘mata’ pada payudara disertai meriang di sekujur tubuh, maka mastitis termasuk dalam kategori berat: bernanah (abscess). Mengapa? Ya, karena ASI sudah tercemar nanah. Sehingga, Moms tidak bisa menyusui bayi.

“Bila payudara bernanah, dokter musti melakukan pembedahan untuk mengeluarkan nanah (incisi drainage),” tambah dr. Henry, SpB.


Faktor Risiko

Mastitis ini bisa muncul, bila terjadi:

- Puting terluka
- Memakai bra yang terlalu ketat
- Hanya menggunakan satu posisi menyusui, entah yang kiri atau kanan saja sehingga tidak sepenuhnya mengosongkan payudara.


Tip Hindari Mastitis!

- Lakukan teknik menyusui yang benar. Prinsipnya, mengosongkan payudara saat menyusui.
- Jagalah kebersihan puting. Pastikan bahwa puting bebas dari kotoran atau daki yang merupakan kumpulan bakteri.
- Sebelum dan sesudah menyusui, bersihkan puting dengan air hangat.
- Bila puting terasa kering, sebaiknya gunakan pelembab alami, seperti minyak kelapa, contohnya.
- Gunakan bra yang nyaman bagi tubuh Moms.


Tetap Menyusui, Walau Mastitis!

- Variasikan posisi menyusui. Ingat, ubahlah posisi setiap kali Moms menyusui bayi
- Minumlah banyak cairan
- Asuplah makanan gizi seimbang
- Istirahatlah sebanyak mungkin
- Bila Anda sulit mengosongkan ASI, kompreslah payudara dengan air hangat atau mandi dengan air hangat sebelum menyusui. Atau cara lainnya, dengan memompa ASI
- Tetaplah menyusui sesuai jadwal bayi





sumber : lifestyle.okezone.com



November 27, 2010

0 komentar:

Post a Comment