Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts

3.04.2026

Cinderella dan Sepatu Kaca Berwarna-warni

Di sebuah kerajaan yang dikelilingi hutan ajaib, hiduplah seorang gadis bernama Ella. Namun Ella bukanlah gadis biasa — ia memiliki kemampuan unik untuk berbicara dengan bayangan.

Setiap malam, bayangannya akan bercerita tentang dunia lain, tentang tempat-tempat yang tidak pernah ia kunjungi. Bayangannya juga yang memberinya nama panggilan: Cinderella, karena rambutnya sering berkilau seperti bintang jatuh.

Sayangnya, ibu tirinya, Lady Tremaine, mengetahui rahasia ini. Bukan karena peduli, tapi karena ia ingin menguasai kemampuan Ella untuk kepentingannya sendiri.


## Hadiah Ajaib yang Berbeda

Suatu hari, diumumkan bahwa Pangeran Alexander akan mengadakan pesta dansa selama tiga malam berturut-turut. Tapi bukan untuk mencari istri — melainkan untuk mencari seseorang yang bisa memecahkan teka-teki aneh yang menghantui istana: setiap tengah malam, semua warna di istana menghilang, berubah menjadi hitam dan putih.

Ella ingin sekali datang, bukan untuk bertemu pangeran, tapi karena bayangannya berbisik, "Kau lah satu-satunya yang bisa mengembalikan warna."

Malam pertama pesta, saat Ella menangis di taman, sesosok wanita muncul dari balik pohon tua. Bukan peri — melainkan Penjaga Pelangi, penjaga warna-warna dunia.

"Aku tidak bisa memberimu gaun indah atau kereta emas," kata Penjaga Pelangi. "Tapi aku bisa memberimu sesuatu yang lebih berarti."

Ia memberi Ella sepasang sepatu kaca yang tidak bening — melainkan sepatu yang terus berubah warna sesuai perasaan pemakainya. Merah saat gembira, biru saat sedih, kuning saat penasaran, hijau saat tenang.

"Sepatu ini akan membantumu menunjukkan warna aslimu. Karena itulah kunci untuk mengembalikan warna kerajaan — keberanian untuk menjadi diri sendiri."


## Malam Pertama: Kejutan di Istana

Ella tiba di istana dengan gaun sederhana yang dipinjam dari ibunya yang sudah tiada, dan sepatu ajaib yang berkilauan merah muda karena gugup.

Semua mata tertuju padanya — bukan karena kecantikannya, tapi karena sepatunya yang menakjubkan. Sepatu itu berubah dari merah muda ke ungu saat Ella mulai tersenyum, lalu ke emas saat ia melihat dekorasi istana yang indah.

Pangeran Alexander mendekatinya. "Sepatumu... mereka hidup."

"Itu karena aku sedang merasa hidup," jawab Ella tersipu.

Mereka berbincang tentang banyak hal. Ella menceritakan tentang kemampuannya berbicara dengan bayangan, sesuatu yang tidak pernah ia ceritakan pada siapa pun. Pangeran, bukannya takut, malah terpesona.

"Di istana ini, semua orang hanya berbicara tentang hal-hal permukaan. Tak ada yang benar-benar menunjukkan diri mereka yang sebenarnya," kata Pangeran. "Mungkin karena itulah warna menghilang."

Saat Ella menari, sepatunya bersinar dalam ribuan warna. Dan secara ajaib, di setiap tempat yang ia injak, warna mulai kembali. Karpet merah muncul kembali, lukisan-lukisan kembali cerah, bunga-bunga di vas kembali berwarna.

Namun saat lonceng pertama berbunyi menandakan pukul 11 malam, Ella panik — ia harus pulang sebelum Lady Tremaine tahu. Ia berlari keluar, tapi karena terlalu tergesa-gesa, ia tidak sadar salah satu sepatunya tertinggal di tangga istana.


Cinderella dan Sepatu Kaca Berwarna-warni
Cinderella dan Sepatu Kaca Berwarna-warni


## Pencarian yang Tak Biasa

Keesokan harinya, Pangeran Alexander mengumumkan pencarian pemilik sepatu ajaib itu. Tapi berbeda dengan dongeng biasanya, ia tidak memaksa setiap gadis untuk mencoba sepatu itu.

Sebaliknya, ia mengadakan *Festival Warna* di alun-alun kerajaan. Setiap gadis diundang untuk datang dan menunjukkan bakat unik mereka, karena Pangeran yakin pemilik sepatu itu adalah seseorang yang istimewa.

Lady Tremaine mengurung Ella di loteng, tapi bayangan Ella membantunya melarikan diri dengan cara yang tak terduga — bayangan itu berbicara pada cermin-cermin di rumah, membuat mereka memantulkan cahaya ke arah kunci pintu hingga meleleh.

Ella tiba di festival dan melihat sepatunya dipajang di tengah alun-alun. Saat ia mendekat, sepatu itu langsung melompat ke kakinya dan bersinar terang.

"Kau!" seru Pangeran gembira.

Namun sebelum mereka bisa bicara lebih lanjut, Lady Tremaine muncul dengan dua putrinya dan menuduh Ella mencuri sepatu itu.


## Pertarungan Warna

Di saat kritis, Penjaga Pelangi muncul di hadapan semua orang. "Hanya satu cara untuk membuktikan siapa pemilik sejati sepatu ini," katanya. "Masing-masing dari kalian harus menunjukkan warna asli kalian."

Satu per satu, orang-orang di kerajaan menyentuh sepatu Ella. Anastasia, putri tiri pertama, menyentuhnya dan sepatu itu berubah warna abu-abu kusam — tanda iri hati. Drisella menyentuhnya, sepatu itu berubah coklat lumpur — tanda keserakahan.

Lady Tremaine dengan paksa meraih sepatu itu, dan sepatu itu berubah hitam pekat — tanda kegelapan hati. Semua orang tersentak mundur.

Lalu Ella dengan lembut menyentuh sepatunya sendiri. Sepatu itu berubah menjadi jutaan warna sekaligus, memancarkan cahaya indah ke seluruh kerajaan. Dalam sekejap, seluruh istana dan alun-alun kembali berwarna penuh, lebih indah dari sebelumnya.

"Warna tidak pernah benar-benar hilang," jelas Penjaga Pelangi. "Mereka hanya tersembunyi saat orang-orang lupa menjadi diri sendiri. Ella mengingatkan kita semua."


## Akhir yang Bahagia... dan Awal Petualangan Baru

Lady Tremaine dan putri-putrinya diusir dari kerajaan, bukan sebagai hukuman, tapi karena mereka diberi kesempatan untuk memulai hidup baru di tempat di mana mereka bisa belajar tentang kebaikan.

Ella dan Pangeran Alexander menikah, tapi bukan untuk hidup bahagia selamanya dalam arti biasa. Mereka justru memulai petualangan keliling kerajaan, mengunjungi desa-desa, mendengarkan cerita rakyat, dan mengumpulkan warna-warna unik dari setiap daerah untuk menghias istana.

Dan sepatu kaca warna-warni itu? Ella masih memakainya setiap hari, dan sepatu itu terus berubah warna sesuai petualangan baru yang mereka jalani.


**Pesan Moral:** Menjadi diri sendiri adalah sihir terbesar yang bisa kita miliki. Warna-warna kehidupan akan selalu kembali saat kita berani menunjukkan siapa kita sebenarnya, dengan segala keunikan dan keistimewaan kita.




---




Akhir cerita... atau mungkin awal dari ribuan cerita lainnya? Karena Ella dan bayangannya masih punya banyak kisah untuk diceritakan. ✨

10.17.2025

Putri Salju dan Permata Ajaib di Hutan Terlarang

Di kerajaan Eldoria yang dikelilingi pegunungan abadi, **Putri Saljuna** hidup dalam bayang-bayang Ratu Morgana, ibu tirinya yang menguasai ilmu hitam. Ketika cermin ajaib meramalkan bahwa _"Putri Salju akan menjadi penguasa sejati"_, Ratu memerintahkan eksekusinya.

Putri Salju dan Permata Ajaib di Hutan Terlarang


**Bab 1: Pelarian di Malam Berbadai**

Putri Salju dan Permata Ajaib di Hutan Terlarang


Dengan bantuan **Lumi**, rubah putih bersayap, Putri Salju menyelinap melalui **Pintu Rahasia di Kamar Mandi Ratu** (yang ternyata portal ke Hutan Veridian). 

Putri Salju dan Permata Ajaib di Hutan Terlarang


### **Bab 2: Pondok Kurcaci dan Rahasia Tersembunyi**

Putri Salju dan Permata Ajaib di Hutan Terlarang


Tujuh kurcaci—**Doc, Grumpy, Sleepy, Bashful, Sneezy, Happy, dan Dopey**—ternyata adalah **kesatria terkutuk**. Mereka menyembunyikan:

- **Peta kulit naga** ke Gua Naga Berdarah

- **Buku harian Ratu** yang mengungkap hubungan darahnya dengan Putri Salju


*"Kau harus menemukan Permata sebelum bulan merah terbit,"* kata Doc sambil menunjukkan **jam pasir ajaib** yang mulai menipis.


---


### **Bab 3: Pertemuan dengan Pangeran Terkutuk**

[Gambar: Adewan dramatis di jembatan rusak; Pangeran Alaric dengan pedang bercahaya menghadang Putri Salju yang memegang peta.]




Pangeran Alaric, yang terikat sumpah pada Ratu, mengejar Putri Salju untuk merebut peta. Pertarungan sengit terjadi di **Jembatan Tulang**, hingga:

- Pedang Alaric patah terkena **air mata Putri Salju** (yang memiliki kekuatan magis)

- Lumi mengungkap bahwa **Alaric adalah putra mahkota kerajaan tetangga yang hilang**




---




### **Bab 4: Ujian di Gua Naga Berdarah**

[Gambar: Interior gua dengan stalaktit kristal; Ignis si naga buta yang tubuhnya terbuat dari lava dan es, sedang menguji mereka.]




Ujian untuk mendapatkan Permata:

1. **Memberikan kenangan paling berharga** (Putri Salju mengorbankan ingatan tentang ibunya)

2. **Menjawab teka-teki naga**:

*"Aku tak terlihat tapi lebih kuat dari pedang,

bisa membangun istana atau menghancurkan gunung?"*

*(Jawaban: **Kata-kata**)*




---




### **Bab 5: Pengkhianatan dan Kebenaran Pahit**

[Gambar: Adegan emosional di ruang tahta es; Alaric menodongkan pisau ke Putri Salju sementara Ratu Morgana tertawa di balik cermin.]




Ketika Permata akhirnya diperoleh, Alaric justru **menyerahkan Putri Salju ke Ratu**. Tapi Permata bereaksi:

- Membuka **memori tersembunyi**: Ratu Morgana sebenarnya adalah **Putri Elara**, kakak kandung Putri Salju yang dikutuk penyihir

- Menyebabkan **istana mulai runtuh**




---




### **Bab 6: Pertempuran Terakhir di Menara Cermin**

[Gambar: Pertarungan epik; Putri Salju dengan Permata bercahaya melawan Ratu yang berubah menjadi monster es, sementara tujuh kurcaci bertarung melawan pasukan robot.]




Klimaks pertempuran:

- **Lumi** berubah wujud menjadi **Dewi Hutan**

- **Tujuh kurcaci** kembali ke wujud kesatria

- **Permata Hati** menyatu dengan Putri Salju, mengungkapkan takdirnya sebagai **Penyembuh Kerajaan**




---




### **Epilog: Fajar Baru Eldoria**

[Gambar: Istana yang sudah dipulihkan dengan taman bunga; Putri Salju duduk di bawah pohon dengan Elara (eks-Ratu) yang sudah sembuh, sementara Alaric melatih anak-anak pedesaan berpedang.]




1 tahun kemudian:

- **Putri Elara** memimpin biara penyembuhan

- **Alaric** menjadi komandan pasukan

- **Permata Hati** dikembalikan ke inti bumi

- **Pesta rakyat** diadakan dengan tarian kurcaci dan kembang api dari naga




**🌿 Pesan Cerita:**

_"Kekuatan sejati bukan tentang menguasai, tapi memahami"_




---

4.19.2025

Nenek Sari dan Sapi Ajaib

Di sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah menghijau dan pegunungan yang tenang, hiduplah seorang nenek bernama Sari. Rambutnya telah memutih, tubuhnya mungil, tapi semangatnya menyala seperti matahari pagi. Ia hidup seorang diri di rumah kayu sederhana peninggalan suaminya.

Setiap pagi, sebelum matahari sepenuhnya bangun, Nenek Sari sudah berada di kandang. Di sana, ia berbicara lembut kepada dua ekor sapinya, Si Putih dan Si Belang. Dengan penuh kasih, ia memberi mereka makan rumput segar dan jerami yang sudah ia kumpulkan sejak subuh. Ia menyikat tubuh mereka, memastikan kulitnya bersih dari kotoran, dan selalu mengecek apakah mereka sehat.

nenek sari dan sapi ajaib

Ketika waktunya tiba, Nenek Sari duduk di bangku kecilnya, membawa ember tua dari seng, lalu mulai memerah susu dengan sabar. Setiap tetes yang jatuh ke ember, adalah hasil dari cinta dan ketekunannya.

Setelah semua selesai, ia menuangkan susu ke dalam botol-botol kaca bersih, lalu memasukkannya ke dalam keranjang besar di sepeda tuanya. Dengan topi lebar dan kain yang menutupi bahunya dari panas, ia mengayuh pelan menuju pasar desa.

Di pasar, semua orang mengenal dan menyukai Nenek Sari. Susunya terkenal paling segar dan paling murni. Bahkan, beberapa keluarga dari kota mulai datang jauh-jauh hanya untuk membeli susu darinya.

Nenek Sari dan Sapi Ajaib

Lama-kelamaan, permintaan semakin tinggi. Nenek Sari pun menggunakan uang yang ia kumpulkan untuk membeli lebih banyak sapi dan memperbesar kandangnya. Ia merekrut tetangga-tetangga muda yang menganggur untuk membantu, dan mengajarkan mereka cara merawat sapi dengan penuh cinta, seperti yang selalu ia lakukan.

Dalam waktu beberapa tahun, Nenek Sari memiliki peternakan susu kecil yang sukses. Ia membangun pabrik kecil untuk pengolahan susu, membuat keju, yoghurt, dan mentega sendiri. Produknya dipasarkan hingga ke kota besar, dengan label: "Susu Nenek Sari – Cinta dari Desa".

Kini, rumah kayu tuanya telah berubah menjadi rumah besar yang nyaman, tapi Nenek Sari tetap bangun pagi, memberi makan sapinya, dan berbicara kepada mereka seolah-olah mereka keluarga.

Nenek Sari dan Sapi Ajaib

Meski telah menjadi orang kaya, ia tetap rendah hati. Ia membangun sekolah kecil di desanya, memperbaiki jalan, dan membantu banyak warga desa untuk memulai usaha sendiri.

Dan setiap kali ada yang bertanya apa rahasianya, Nenek Sari hanya tersenyum dan berkata,
"Rawat apa yang kau punya dengan cinta, maka hidup akan merawatmu kembali."

11.05.2023

5 Strategies to Adjust and Thrive During Daylight Savings

Making the Most of Time Change: ‍5 Strategies to Adjust and Thrive During Daylight Savings.

Understanding time change and its effects

Time change is a biannual event that affects millions of people around the world. It refers to the practice of adjusting the clock forward or backward by one hour, typically in spring and fall. This adjustment has a significant impact on our daily routines and can disrupt our sleep patterns and overall well-being.

When does time change? Important dates to remember

It's important to stay informed about the dates of the time change to ensure a smooth transition. In the year 2023, the time change will occur on the following dates:

·         Spring Forward: March 12th, 2023

·         Fall Back: November 5th, 2023

Mark these dates on your calendar so that you can prepare yourself mentally and physically for the time change.

The history and purpose of daylight savings

Daylight savings, also known as summer time, was first introduced during World War I as a way to conserve energy. The idea behind it was to make better use of daylight and reduce the need for artificial lighting. Although the specific dates and practices have varied throughout history, the main purpose of daylight savings remains the same - to maximize daylight during the summer months.

The benefits of adjusting to time change

While adjusting to time change can be challenging, there are several benefits to embracing the change. One of the main advantages is the longer daylight hours in the evening, which allows for more outdoor activities and opportunities for socializing. Additionally, adjusting to the time change can help improve your sleep quality and overall well-being.

Strategies to prepare for the time change

Preparing for the time change can make the transition much smoother. Here are five strategies to help you prepare:

  1. Gradual adjustment: Start adjusting your sleep schedule a few days before the time change. Gradually shift your bedtime and wake-up time by 15 minutes each day until you reach the desired schedule.
  2. Maintain a consistent sleep routine: Stick to a regular sleep routine by going to bed and waking up at the same time every day. This will help regulate your body's internal clock and make it easier to adjust to the time change.
  3. Limit exposure to screens before bed: The blue light emitted by electronic devices can interfere with your sleep. Avoid using screens, such as smartphones and laptops, at least an hour before bedtime.
  4. Create a sleep-friendly environment: Make your bedroom a conducive environment for sleep. Keep the room cool, dark, and quiet. Consider using blackout curtains or a sleep mask to block out any excess light.
  5. Practice relaxation techniques: Incorporate relaxation techniques, such as deep breathing exercises or meditation, into your bedtime routine. These can help calm your mind and prepare your body for a restful sleep.

time

Tips for adjusting to the time change smoothly

Adjusting to the time change can be challenging, but with these tips, you can make the transition smoother:

6.       Stick to your regular routine: Even though the clock has changed, try to maintain your regular daily routine as much as possible. This includes meal times, exercise routines, and work schedules. By sticking to your routine, you can help your body adjust more quickly.

7.       Get plenty of natural light: Exposure to natural light helps regulate your body's internal clock. Make an effort to spend time outdoors during daylight hours, especially in the morning. This will help signal to your body that it's time to wake up and be active.

8.       Avoid napping late in the day: If you feel the need to take a nap, try to do so earlier in the day. Napping too close to bedtime can interfere with your ability to fall asleep at night.

9.       Be mindful of caffeine and alcohol intake: Caffeine and alcohol can disrupt your sleep patterns. Limit your consumption, especially in the hours leading up to bedtime.

10.   Practice good sleep hygiene: Establish a bedtime routine that promotes good sleep hygiene. This may include activities such as reading a book, taking a warm bath, or listening to calming music.

How to optimize your sleep schedule during time change

Optimizing your sleep schedule during the time change is crucial for maintaining your overall well-being. Here are some tips to help you achieve a healthy sleep schedule:

11.   Stick to a consistent sleep schedule: Go to bed and wake up at the same time every day, even on weekends. This consistency will help regulate your body's internal clock and make it easier to adjust to the time change.

12.   Create a bedtime routine: Establish a relaxing routine before bed to signal to your body that it's time to wind down. This could include activities such as reading, practicing meditation, or taking a warm bath.

13.   Create a sleep-friendly environment: Make sure your bedroom is conducive to sleep. Keep the room cool, dark, and quiet. Invest in a comfortable mattress and pillow that support a good night's sleep.

14.   Limit exposure to screens before bed: The blue light emitted by electronic devices can interfere with your sleep. Avoid using screens, such as smartphones and laptops, at least an hour before bedtime.

15.   Manage stress and anxiety: High levels of stress and anxiety can disrupt your sleep. Find healthy ways to manage stress, such as practicing relaxation techniques, engaging in regular exercise, or seeking support from a therapist or counselor.

Taking advantage of the extra daylight: activities and self-care ideas

The longer daylight hours during daylight savings provide an excellent opportunity to engage in various activities and prioritize self-care. Here are some ideas to help you make the most of the extra daylight:

16.   Spend time outdoors: Take advantage of the longer evenings by going for a walk, bike ride, or hike. Explore local parks or nature trails and enjoy the beauty of nature.

17.   Start a new hobby: Use the extra daylight to learn something new or pursue a hobby you've always wanted to try. Whether it's gardening, painting, or playing a musical instrument, find an activity that brings you joy and fulfillment.

18.   Prioritize self-care: Dedicate time each day to take care of yourself. This could include activities such as practicing yoga, reading a book, or enjoying a relaxing bath. Make self-care a priority to recharge and rejuvenate.

19.   Socialize with friends and family: Plan outdoor gatherings or picnics with friends and family to make the most of the longer evenings. Connect with your loved ones and enjoy quality time together.

20.   Engage in physical activity: Use the extra daylight to engage in physical activities that you enjoy. Whether it's playing a sport, going for a swim, or taking a yoga class, prioritize movement and exercise for your physical and mental well-being.

Planning ahead: How to stay productive during the time change

Staying productive during the time change can be challenging, but with proper planning, you can make the most of your time. Here are some strategies to help you stay productive:

21.   Prioritize tasks: Make a to-do list and prioritize your tasks based on their importance. Focus on completing the most critical tasks during your peak energy times.

22.   Break tasks into smaller steps: If you're feeling overwhelmed by a large project, break it down into smaller, more manageable tasks. This will make it easier to stay focused and productive.

23.   Take regular breaks: Allow yourself regular breaks throughout the day to rest and recharge. Taking short breaks can actually improve your productivity and help you maintain focus.

24.   Use time management techniques: Experiment with different time management techniques, such as the Pomodoro Technique or time blocking, to maximize your productivity. Find a method that works best for you and stick to it.

25.   Practice self-care: Prioritize self-care to ensure you have the physical and mental energy to stay productive. Get enough sleep, eat nutritious meals, exercise regularly, and take time to relax and recharge.

Conclusion: Embracing the opportunities of time change

Time change can initially disrupt our routines and sleep patterns, but by understanding its effects and implementing strategies to adjust, we can make the most of this biannual event. Embrace the opportunities that come with the extra daylight, prioritize self-care, and stay productive by planning ahead. By doing so, you can not only adjust to the time change but also thrive during daylight savings.

CTA: Take control of your time change experience by implementing these strategies and embracing the opportunities that come with it. Adjusting and thriving during daylight savings is possible with the right mindset and preparation. Make the most of the extra daylight, prioritize self-care, and stay productive by planning ahead.

8.17.2023

A Synopsis of Diamond History

As diamond history is as rich in mythology and folklore as it is in physical facts and records, it differs widely according on the source of documentation. People have been fascinated by the romance and beauty that surround our most valuable gemstones, diamonds, throughout history. Diamond history is one that is full with mythological stories, such as one where snakes guarded a kingdom full of diamonds.

History of early Diamonds

India was the location of the first known diamond history, which dates back almost 3,000 years. Prior to this time, no documented records of the discovery of diamonds exist. Nowadays, there are just two main uses for diamonds, which is completely different from the reasons we still fall in love today's gems. Diamonds were prized for their ability to reflect light and were used as talismans to ward off evil spirits and offer protection during battle.

Historical Dark Ages of Diamonds

The history of diamonds began to shift toward some type of medical use during the dark ages. According to legend, St. Hildegarde wrote a tale that advised the unwell to hold a diamond in their hand and make the sign of the cross in order to heal wounds and cure ailments. In the past, when diamonds were still rare, some people even tried to cure their illnesses by ingesting diamonds.

Early History of Diamonds
 
Diamonds started to become more popular throughout the medieval ages. It Diamonds started to become more popular throughout the medieval ages. Many of the famous diamonds, like the Blue Hope and the Mountain of Light, both found in India, were found at this time in the history of diamonds. India continues to be the best diamond polisher in the world today.

berlian
The history of diamonds underwent a change during the middle times as well. Rather than being prized for their legendary qualities as they had been in the past, diamonds started to be regarded more for their actual value. Mine owners started spreading rumors that diamonds were poisonous as more people became aware of the extraordinary worth of diamonds in an effort to stop the workers from ingesting gems as a way to smuggle them out of the mines unnoticed.

Additionally, throughout this diamond Additionally, throughout this time in the history of diamonds, more people coveted diamonds than ever before, mostly because they understood its strength and value. India's diamond supply was running out and couldn't keep up with demand from purchasers. The discovery of diamonds in South Africa near the Orange River sparked the biggest diamond rush in history and helped meet demand from individuals looking to purchase gems.

In recent times

Around the middle of the nineteenth century, eastern Australia started to experience a diamond boom. Australia's status as a diamond producer was established in the late 1970s.

Geologists also found the Argyle pipe close to Lake Argyle in the late 1970s, specifically in 1979. Since that time, Argyle has grown to be the largest diamond producer in the world and throughout diamond history, producing more than one-third of the world's annual production of diamonds.

7.16.2023

A Synopsis of Hypnosis's Past

There is proof of hypnotic-like occurrences in numerous ancient societies. When the author of Genesis claims that God put Adam "into a deep sleep" so that He might remove his rib and construct Eve, it is clear that he is familiar with the anesthetic potential of hypnosis. According to other historical accounts, the Delphic Oracle and ancient Egyptian rituals both included hypnosis (Hughes and Rothovius, 1996). The history of hypnosis as we know it now began in the late 1700s, when a French physician named Anton Mesmer rekindled interest in the subject.

Franz Anton Mesmer was born in Vienna in 1734 and died in 1815. Hypnosis is credited to Mesmer as its founder. He is known for coining the term "mesmerism," which described the method of putting someone into a trance by repeatedly passing his hands or magnets over them. He used the animal magnetism (psychic and electromagnetic forces) of the subject. Despite his tremendous success in healing a number of illnesses, the medical establishment ultimately disregarded him. The medical establishment of the day was upset by his accomplishments, so they arranged for an official French government investigation committee. Benjamin Franklin, who was the American ambassador to France at the time, and Joseph Guillotine, a French surgeon who invented a reliable tool for physically severing the mind from the body, were both members of this group.

James Braid, an English physician who lived from 1795 to 1860, first rejected mesmerism (as it had come to be known) but later developed an interest in it. He claimed that suggestions, not animal magnetism, were what caused cures. In order to induce relaxation, he created the eye fixation technique (also known as Braidism), which he named hypnosis (after the Greek sleep deity Hypnos) since he believed the phenomenon to be a sort of sleep. Later, after realizing his mistake, he attempted to change the word to monoeidism, which refers to the impact of a single idea, but the previous name stayed. French neurologist Jean Marie Charcot, who lived from 1825 to 1893, disagreed with the Nancy School of Hypnotism and claimed that hypnosis was merely a symptom of hysteria.

Between Charcot and the Nancy group (Liebault and Bernheim), there was a ferocious competition. He reintroduced Mesmer's Animal Magnetism hypothesis and distinguished between lethargy, catalepsy, and somnambulism as the three stages of trance.

1845-1947 The use of hypnosis was initially frowned upon by French neurologist and psychologist Pierre Janet, who later came to appreciate its calming benefits and ability to aid in healing. One of the few people who showed interest in hypnosis throughout the psychoanalytical rage was Janet.

1849-1936 Russian psychologist Ivan Petrovich Pavlov actually spent more time studying the digestive system. He is most recognized for creating the theory behind the conditioned reflex, often known as stimulus response theory. He trained hungry dogs to salivate at the sound of a bell, which they had previously connected with the sight of food, in his famous experiment. In 1904, he received the Nobel Prize in Physiology for his research on gastric secretions. Despite having nothing to do with hypnosis, his Stimulus Response Theory is a key concept in connecting and anchoring behaviors, especially in NLP.


Hypnosis

Emile Coue, a doctor who created the Laws of Suggestion, lived from 1857 to 1926. He also advises patients to tell themselves, 20–30 times a night before bed, "Everyday in every way, I am getting better and better." Additionally, he found that offering encouraging words together with a prescription for medication worked better than just a drug prescription. His belief that hypnosis and the hypnotic state reduced the effectiveness of suggestion led him to eventually give up on the idea of hypnosis in favor of only employing suggestion.

The Laws of Suggestion of Coue

The Rule of Focused Attention

The phrase "Whenever attention is concentrated on an idea over and over again, it spontaneously tends to realise itself" means that the idea will eventually come to realization.

inverse action theory

The likelihood of success decreases the harder one attempts something.

Prevailing effect, or
"A stronger emotion typically takes the place of a weaker one."
Sigmund Freud (1856–1939) visited Nancy to study with Liebault and Bernheim before continuing his studies with Charcot. However, Freud did not use hypnosis in his therapeutic work because he believed he could not sufficiently hypnotize patients, believed that the cures were only transitory, and believed that hypnosis stripped patients of their defenses. Freud's parental demeanor was thought to make him a bad hypnotist. However, his patients frequently fell into trance, and he frequently made unconscious non-verbal inductions by putting his palm on their heads to denote the doctor's dominant and patient's subservient positions. Hypnosis was largely disregarded after his early rejection of it in favor of psychoanalysis.

1875-1961 A student and colleague of Freud's, Carl Jung rejected the psychoanalytical perspective and pursued his own interests. He created the ideas of archetypes and the collective unconscious. Although he did not actively practice hypnosis, he urged his patients to change negative memories by actively using their imaginations. In his healing work, he frequently made use of the idea of the inner guide. He thought that techniques like the I Ching and astrology might be used to access the inner consciousness. The traditional medical establishment dismissed him as a mystic. But even now, healers continue to actively embrace many of his concepts and philosophies.

1932-1974 Psychotherapist and psychiatrist Milton Erickson invented the technique of indirect suggestion in hypnosis. He is revered as the founding figure of contemporary hypnotherapy. He employed both verbal and nonverbal pacing strategies, such as metaphor, confusion, and many more, to get around the conscious mind. He had a colorful personality and had a significant impact on how modern hypnotherapy is used and is recognized by the AMA. His work served as the foundation for Bandler and Grinder's Neuro-Linguistic Programming (NLP), along with that of Satir and Perls.

6.08.2023

6 Gedung Pencakar Langit Tertinggi di ASEAN

Pencakar langit adalah istilah buat menjelaskan suatu bangunan yang sangat tinggi. Sebuah konvensi di Amerika Serikat dan Eropa telah menjabarkan batasan minimal ketinggian gedung yang bisa disebut sebagai pencakar langit, yaitu 150 meter (490 kaki). Beberapa bangunan dengan ketinggian yang lebih pendek terkadang bisa juga disebut sebagai pencakar langit jika bangunan itu mendominasi daerah di sekitarnya. pemakaian kata pencakar langit untuk menyebutkan bangunan tinggi pertama kali digunakan pada akhir abad ke-19, mewakili ketakjuban masyarakat pada gedung-gedung tinggi yang dibangun di Kota New York.

Sekarang ini, Burj Khalifa adalah pencakar langit tertinggi di dunia yang mempunyai ketinggian 828 meter dan terletak di Dubai, Uni Emirat Arab. sedangkan, Hong Kong menempati posisi pertama di dunia sebagai kota yang paling banyak memiliki pencakar langit daripada kota-kota lainnya. Hong Kong telah memiliki lebih dari 7.500 pencakar langit.

Per November 2021, hanya tiga belas kota di dunia yang memiliki lebih dari 100 gedung pencakar langit yang tingginya 150 m ( 492 kaki ) atau lebih tinggi : Hong Kong (510), Shenzhen (332), New York (296), Dubai (232), Shanghai (175), Tokyo (164), Guangzhou (142), Chongqing (131), Chicago (130), Wuhan (109), Bangkok (109), Jakarta (107), dan Kuala Lumpur (101) sumber wikipedia.

Berikut ini akan di uraikan 6 Gedung Pencakar Langit Tertinggi di ASEAN per juni 2023, sebagai berikut:

1. Merdeka 118

Merdeka 118

Merdeka 118, sebelumnya disebut sebagai Warisan Merdeka Tower, KL 118 dan PNB 118, adalah gedung pencakar langit super tinggi dengan 118 lantai di Kuala Lumpur, Malaysia . Dengan ketinggian 678.9 m (2.227 ft), Merdeka 118 adalah bangunan tertinggi di Malaysia dan Asia Tenggara.

Bangunan ini terletak di Bukit Petaling, di lokasi bekas Taman Merdeka (kemudian diubah menjadi tempat parkir mobil terbuka). Situs ini terletak di sekitar bangunan landmark di Kuala Lumpur seperti Petaling Street, kompleks olahraga termasuk Stadion Merdeka, Stadion Negara dan Stadion Chin Woo, tiga sekolah (Victoria Institution, Methodist Boys' School dan Sekolah Dasar Jalan Davidson tipe Tionghoa), dan proyek Plaza Rakyat yang terhenti (di seberang Ampang Line).


2. Vincom Landmark 81 (Ho Chi Minh, Vietnam)

Vincom Landmark 81

Vincom Landmark 81 adalah gedung pencakar langit super tinggi di Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Investor dan pengembang utama untuk proyek ini adalah Vinhomes, sebuah perusahaan Vietnam yang juga merupakan perusahaan real-estate terbesar di negara itu. Landmark 81 adalah gedung tertinggi di Vietnam, gedung tertinggi di Asia Tenggara, dan gedung tertinggi ke-15 di dunia.

Bangunan setinggi 461,15 meter (1.513,0 kaki), 81 lantai ini dibangun di tepi barat Sungai Saigon di Distrik Binh Thanh kota, terletak tepat di utara pusat bersejarah Kota Ho Chi Minh dan di sebelah selatan langsung Jembatan Saigon. Menara ini berada di jantung kawasan perkotaan serba guna kelas atas senilai $1,5 miliar yang disebut Vinhomes Central Park. Pengembangan ini terdiri dari hotel dan fasilitas konferensi, apartemen mewah, ruang ritel kelas atas, restoran, bar, dan dek observasi bertingkat.

3. The Exchange 106 (Kuala Lumpur, Malaysia)

The Exchange 106

The Exchange 106 adalah gedung pencakar langit di kawasan Tun Razak Exchange (TRX), distrik keuangan baru yang saat ini sedang dikembangkan di Kuala Lumpur, Malaysia. Bangunan 95 lantai di atasnya dengan mahkota setinggi 65 meter (213 kaki), setinggi 12 lantai, membuatnya setinggi 445,5 m (1.462 kaki).

Menara ini akan memiliki luas area bersih 240.000 meter persegi (2,6 juta kaki persegi) dan dibandingkan dengan bangunan serupa di pusat keuangan internasional besar, seperti Canary Wharf London dan The Shard, One World Trade New York Center, dan Shanghai IFC.

4. Menara Kembar Petronas (Kuala Lumpur, Malaysia)

Menara Kembar Petronas

Menara Petronas atau Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia adalah sepasang menara kembar yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 1998—2004, sebelum dilampaui oleh Burj Khalifa dan Taipei 101. Namun, kedua menara ini masih merupakan pencakar langit kembar tertinggi di dunia pada abad ke-20. Menara Kembar Petronas memegang gelar sebagai bangunan tertinggi dari tahun 1998 hingga 2004 berdasarkan pengukuran dari lantai pintu masuk utama sampai struktur atas, menurut referensi ketinggian asli bangunan yang digunakan oleh organisasi internasional Dewan Bangunan Tinggi dan Habitat Urban sejak tahun 1969 (tiga kategori ketinggian tambahan diperkenalkan ketika menara ini hampir diselesaikan pada tahun 1996).

Terdapat sebuah jembatan udara yang menhubungkan kedua menara di lantai 41 dan 42, yang menjadikannya jembatan dua lantai tertinggi di dunia. Jembatan ini tidak dipasang langsung pada struktur utama, sebaliknya dirancang untuk bergeser ke dalam dan ke luar menara agar tidak patah akibat angin kencang atau pergerakan lempeng seismik. Hal ini juga untuk mengendalikan akumulasi tekanan berlebihan yang terjadi di bagian tengah jembatan, karena jika jembatan dibangun begitu dekat dan terlalu menekan ke struktur menara, perpindahan tekanan menyebar di sekitar jembatan yang akhirnya menciptakan fenomena "jembatan tertekan", yang dapat menyebabkan jembatan runtuh dengan mudah. Jembatan ini terletak 170 meter (558 ft) dari permukaan jalan dan panjangnya 584 meter (1.916 ft), sedangkan beratnya 750 ton (750.000 kg).

5. One Bangkok O4H4 (Bangkok, Thailand)

One Bangkok O4H4

Gedung One Bangkok O4H4 di Thailand memiliki ketinggian 436,1 meter. Gedung ini berada di distrik terintegrasi yang dikembangkan oleh Frasers Property, anak perusahaan dari TCC Group yang merupakan salah satu konglomerat terbesar di Thailand.

Meski masuk daftar ini, One Bangkok O4H4 saat ini masih dalam proses pembangunan. Rencananya, gedung ini bakal selesai dibangun pada 2025 mendatang.

6. Autograph Tower (Jakarta, Indonesia)

Autograph Tower

Autograph Tower merupakan rangkaian dari ekstensi Thamrin Nine dengan ketinggian mencapai 382,9 meter. Gedung ini terdiri dari 75 lantai dengan konsep mixed superblock, mulai dari area perkantoran, ritel, maupun hotel bintang enam.

Gedung ini dibangun sejak 2013 dan selesai pada 2022. Adapun pemiliknya adalah PT Putra Gaya Wahana. Lokasi gedung ini juga sangat strategis dan dikelilingi pusat transportasi publik, seperti halte Transjakarta yang terkoneksi langsung ke MRT dan KRL.

7.03.2022

MODEL DAN PETUNJUK TEKNIS PENGISIAN RAPOR KURIKULUM 2013

BUKU RAPOR SMP BERDASARKAN KURIKULUM 2013

 

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan menyebutkan bahwa hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan dilaporkan dalam bentuk nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi kepada orang tua dan pemerintah.

            Standar Penilaian Pendidikan pun menyebutkan bahwa laporan hasil penilaian oleh pendidik berbentuk:

1.  Nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi untuk hasil penilaian kompetensi pengetahuan serta keterampilan termasuk penilaian hasil pembelajaran tematik-terpadu.

2. Deskripsi sikap diberikan untuk hasil penilaian kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial.

3. Penilaian oleh masing-masing pendidik secara keseluruhan dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik dalam bentuk Laporan Hasil Belajar Peserta Didik.

            Pengembangan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik pada dasarnya merupakan wewenang sekolah yang dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Namun demikian, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar memandang perlu disusunnya Buku Panduan Pengisian Laporan Hasil Belajar Peserta Didik dan Model Laporan Hasil Belajar Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama untuk membantu sekolah mengembangkan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik.

            Buku Petunjuk Teknis Pengisian Laporan Hasil Belajar Peserta Didik dan Model Laporan Hasil Belajar Peserta Didik SMP diharapkan dapat membantu sekolah dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam mengembangkan format Laporan Hasil Belajar Peserta Didik sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang sudah disusun sekolah.

sekolah

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 66  Tahun 2013 Bab II, Bagian E poin e nomor 1) dan 2) menyatakan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas laporan hasil penilaian oleh pendidik yang berbentuk:

1.  Nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi, untuk hasil penilaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan termasuk penilaian hasil pembelajaran tematik-terpadu.

2.  Deskripsi sikap, untuk hasil penilaian kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial.

Penilaian oleh pendidik dilaksanakan secara berkesinambungan (terus- menerus) untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian oleh pendidik pada dasarnya digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik, dasar memperbaiki proses pembelajaran, dan bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar peserta didik.

            Laporan hasil belajar peserta didik merupakan dokumen penghubung antara sekolah dengan orang tua peserta didik maupun dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk mengetahui kompetensi peserta didik. Oleh karena itu, laporan hasil belajar peserta didik harus komunikatif, informatif, dan komprehensif (menyeluruh) sehingga dapat memberikan gambaran mengenai hasil belajar peserta didik dengan jelas dan mudah dimengerti.

            Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, memandang perlu menerbitkan Buku Panduan Pengisian Laporan Hasil Belajar Peserta Didik yang di dalamnya disajikan Model Rapor SMP, Petunjuk Teknis Pengelolaan Penilaian, dan Petunjuk Teknis Pengisian Rapor. Hal ini dilakukan untuk membantu para guru dalam satuan pendidikan melaksanakan pengisian laporan hasil belajar peserta didik dalam bentuk rapor. 

 

4.11.2021

IMSAKIYAH RAMADHAN 1442 H BANDA ACEH

Puasa, dalam bahasa Arab "shiyam" atau "shaum", secara literal bermakna menahan. Secara istilah, puasa dimaknai sebagai menahan diri sejak terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari dari segala sesuatu yang membatalkan dengan niat karena Allah.

Puasa adalah ibadah yang kedudukannya istimewa. Diriwayatkan dalam hadis qudsi, Allah berfirman, "setiap amalan anak Adam itu bagi dirinya sendiri, kecuali puasa. Karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan ganjaran”.

Puasa memiliki beberapa manfaat. Yang pertama, menghapus kesalahan atau dosa. Nabi Muhammad saw. bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Yang kedua, puasa membuat seorang muslim belajar untuk menaklukkan syahwat. Diriwayatkan, Rasulullah menganjurkan para pemuda untuk menikah. Jika belum mampu, maka pemuda diminta untuk berpuasa, karena puasa akan menekan syahwat.

imsakiyah ramadhan banda aceh

 
Yang ketiga, meningkatkan kepekaan sosial. Dengan merasakan beratnya tidak makan dan minum, seorang muslim akan mampu merasakan penderitaan orang lain yang lebih tidak beruntung darinya, lapar dan haus sepanjang hari. Ia akan lebih banyak bersyukur atas keadaannya saat ini.

Selain itu, pada bulan Ramadan, Nabi sudah mencontohkan untuk lebih banyak bersedekah. Diriwayatkan, "Rasulullah saw. adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril." (H.R Bukhari). 
 
TANGGALIMSAK SUBUH DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA
Kamis, 1 April 2021 05:13 05:23 12:46 15:48 18:51 20:00
Jumat, 2 April 2021 05:12 05:22 12:46 15:47 18:51 19:59
Sabtu, 3 April 2021 05:12 05:22 12:46 15:46 18:51 19:59
Minggu, 4 April 2021 05:11 05:21 12:45 15:45 18:50 19:59
Senin, 5 April 2021 05:11 05:21 12:45 15:46 18:50 19:59
Selasa, 6 April 2021 05:10 05:20 12:45 15:46 18:50 19:59
Rabu, 7 April 2021 05:10 05:20 12:44 15:47 18:50 19:59
Kamis, 8 April 2021 05:09 05:19 12:44 15:47 18:50 19:59
Jumat, 9 April 2021 05:09 05:19 12:44 15:48 18:50 19:59
Sabtu, 10 April 2021 05:08 05:18 12:44 15:48 18:50 19:59
Minggu, 11 April 2021 05:08 05:18 12:43 15:49 18:50 19:59
Senin, 12 April 2021 05:07 05:17 12:43 15:49 18:50 19:59
Selasa, 13 April 2021 05:07 05:17 12:43 15:50 18:49 19:59
Rabu, 14 April 2021 05:06 05:16 12:43 15:50 18:49 19:59
Kamis, 15 April 2021 05:06 05:16 12:42 15:50 18:49 19:59
Jumat, 16 April 2021 05:05 05:15 12:42 15:51 18:49 19:59
Sabtu, 17 April 2021 05:05 05:15 12:42 15:51 18:49 19:59
Minggu, 18 April 2021 05:04 05:14 12:42 15:52 18:49 19:59
Senin, 19 April 2021 05:04 05:14 12:41 15:52 18:49 19:59
Selasa, 20 April 2021 05:03 05:13 12:41 15:52 18:49 19:59
Rabu, 21 April 2021 05:03 05:13 12:41 15:53 18:49 19:59
Kamis, 22 April 2021 05:02 05:12 12:41 15:53 18:49 19:59
Jumat, 23 April 2021 05:02 05:12 12:41 15:53 18:49 19:59
Sabtu, 24 April 2021 05:01 05:11 12:40 15:54 18:49 19:59
Minggu, 25 April 2021 05:01 05:11 12:40 15:54 18:49 19:59
Senin, 26 April 2021 05:01 05:11 12:40 15:54 18:49 19:59
Selasa, 27 April 2021 05:00 05:10 12:40 15:55 18:49 19:59
Rabu, 28 April 2021 05:00 05:10 12:40 15:55 18:49 19:59
Kamis, 29 April 2021 04:59 05:09 12:40 15:55 18:49 20:00
Jumat, 30 April 2021 04:59 05:09 12:39 15:56 18:49 20:00