Showing posts with label Sains. Show all posts
2.17.2013
"Keberuntungan" Indonesia Soal Bencana Akibat Asteroid
Posted by
Gone Asia,
on
February 17, 2013
Seluruh wilayah Bumi memang memiliki potensi untuk dihantam asteroid atau benda luar angkasa. Namun demikian, Indonesia memiliki beberapa keberuntungan karena letak dan kondisi geografisnya.
Astronom Institut Teknologi Bandung (ITB), Hakim L. Malasan, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (17/2/2013) mengatakan, Indonesia beruntung karena memiliki geografis berbentuk kepulauan serta terletak di khatulistiwa.
Asteroid atau benda luar angkasa terdiri atas besi. Letak Indonesia di khatulistiwa menguntungkan dilihat dari teori medan magnetik.
“Besi merupakan salah satu material penyusun meteor atau asteroid, dan Bumi memiliki medan magnetik yang kuat di daerah lintang tinggi atau kutub (dibandingkan khatulistiwa). Mungkin itu sebabnya mengapa peristiwa kejatuhan meteor atau asteroid cenderung terjadi di lintang tinggi. Namun hal ini masih berupa hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya,” kata Hakim.
Keberuntungan lain adalah kondisi Indonesia yang berupa kepulauan. Kondisi ini meminimalisasi korban akibat hantaman asteroid atau benda langit lain. Asteroid kemungkinan besar akan jatuh di wilayah lautan daripada daratan.
Meski memiliki keberuntungan tersebut, hakim mengungkapkan bahwa Indonesia tetapn harus waspada. Ancaman tidak hanya datang dari asteroid.
"Bukan berarti Indonesia menjadi tidak waspada, karena posisi Indonesia pun sangat rawan untuk kejatuhan sampah luar angkasa. Peristiwa ledakan meteor di Rusia ini merupakan peringatan bagi kita untuk meningkatkan kewaspadaan kita akan kemungkinan terjadinya peristiwa tersebut di Indonesia," terangnya.
sumber : http://sains.kompas.com/read/2013/02/17/16061019/Keberuntungan.Indonesia.Soal.Bencana.Akibat.Asteroid?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign=Ledakan%20Meteor%20Di%20Rusia
Setahun, Bumi Menerima Asteroid Seberat 25.000 Ton
Posted by
Gone Asia,
on
February 17, 2013
Ilustrasi (Foto: Dailygalaxy)
JAKARTA - Asteroid merupakan material batuan yang bergentayangan di luar angkasa. Terdapat jutaan asteroid di luar angkasa, baik yang berukuran kecil maupun besar.
Ketika objek asing ini melewati atmosfer Bumi, maka ia bisa terbakar dan hancur menjadi bentuk yang semakin kecil, bahkan seperti kerikil maupun pasir. Thomas Djamaluddin dari Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) ketika dihubungi Okezone, Sabtu (16/2/2013) mengatakan dalam satu tahun, Bumi bisa menerima akumulasi berat asteroid sebesar 25 ribu ton.
"Karena Bumi kita sebagian besar areanya tidak berpenghuni (manusia), seperti wilayah gurun atau hutan. Banyak juga batuan antariksa yang tidak diketahui ketika memasuki Bumi. Satu tahun di Bumi, kita bisa menerima batuan kecil atau besar (asteroid) dengan jumlah total 25 ribu ton. Ada yang seukuran pasir serta kerikil," jelasnya.
Berdasarkan taksiran astronomi, lanjutnya, asteroid ini bisa berjumlah jutaan di luar angkasa, di mana probabilitas (kemungkinan) asteroid atau meteor besar mendekat ke Bumi kemungkinan 12 tahun sekali. "Itu pun kalau jatuh ke Bumi. Tidak ada suatu wilayah pun yang menjadi preferensi asteroid (untuk mendarat di permukaan Bumi)," terangnya.
Oleh karena tidak ditemukannya preferensi asteroid yang mendarat secara khusus di area tertentu Bumi. Maka, sifatnya memang acak. Ia menuturkan bahwa LAPAN baru mengoleksi satu buah meteor, yang ditemukan di wilayah Tegal pada 1990.
"Asteroid ini diteliti ke dalam kajian geologi dan disimpan di museum geologi. LAPAN hanya mengkaji aspek orbitnya serta lintasannya," imbuhnya.
Beberapa waktu lalu, informasi yang beredar menyebutkan bahwa terdapat asteroid dengan kode nama 2012 DA14 yang berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi pada 15 Februari 2013. Tanggal tersebut bersamaan dengan peristiwa jatuhnya meteor di wilayah Rusia. Apakah ada hubungannya?
"Beda, asteroid 2012 DA14 lintasannya dari selatan ke utara. Titik terdekat di Bumi di sisi barat Sumatera pada ketinggian terdekat (dengan Bumi) di 27 ribu kilometer. Kalau asteroid yang di Rusia bergerak dari timur ke barat. Ukuran asteroid 2012 DA14 selebar 45 meter, kalau asteroid di Rusia hanya berukuran belasan meter," jelasnya.
Thomas mengatakan, asteroid 2012 DA14 kemungkinan bisa terlihat pada dini hari. "Apabila cuaca cerah bisa terlihat seperti bintang yang redup. Namun, cuaca saat ini kondisinya mendung dan menyulitkan pemantauan bila hujan. Beberapa pengamat langit belum mendapat laporan. Tim dari LAPAN juga belum ada laporan," pungkasnya.
Ketika objek asing ini melewati atmosfer Bumi, maka ia bisa terbakar dan hancur menjadi bentuk yang semakin kecil, bahkan seperti kerikil maupun pasir. Thomas Djamaluddin dari Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) ketika dihubungi Okezone, Sabtu (16/2/2013) mengatakan dalam satu tahun, Bumi bisa menerima akumulasi berat asteroid sebesar 25 ribu ton.
"Karena Bumi kita sebagian besar areanya tidak berpenghuni (manusia), seperti wilayah gurun atau hutan. Banyak juga batuan antariksa yang tidak diketahui ketika memasuki Bumi. Satu tahun di Bumi, kita bisa menerima batuan kecil atau besar (asteroid) dengan jumlah total 25 ribu ton. Ada yang seukuran pasir serta kerikil," jelasnya.
Berdasarkan taksiran astronomi, lanjutnya, asteroid ini bisa berjumlah jutaan di luar angkasa, di mana probabilitas (kemungkinan) asteroid atau meteor besar mendekat ke Bumi kemungkinan 12 tahun sekali. "Itu pun kalau jatuh ke Bumi. Tidak ada suatu wilayah pun yang menjadi preferensi asteroid (untuk mendarat di permukaan Bumi)," terangnya.
Oleh karena tidak ditemukannya preferensi asteroid yang mendarat secara khusus di area tertentu Bumi. Maka, sifatnya memang acak. Ia menuturkan bahwa LAPAN baru mengoleksi satu buah meteor, yang ditemukan di wilayah Tegal pada 1990.
"Asteroid ini diteliti ke dalam kajian geologi dan disimpan di museum geologi. LAPAN hanya mengkaji aspek orbitnya serta lintasannya," imbuhnya.
Beberapa waktu lalu, informasi yang beredar menyebutkan bahwa terdapat asteroid dengan kode nama 2012 DA14 yang berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi pada 15 Februari 2013. Tanggal tersebut bersamaan dengan peristiwa jatuhnya meteor di wilayah Rusia. Apakah ada hubungannya?
"Beda, asteroid 2012 DA14 lintasannya dari selatan ke utara. Titik terdekat di Bumi di sisi barat Sumatera pada ketinggian terdekat (dengan Bumi) di 27 ribu kilometer. Kalau asteroid yang di Rusia bergerak dari timur ke barat. Ukuran asteroid 2012 DA14 selebar 45 meter, kalau asteroid di Rusia hanya berukuran belasan meter," jelasnya.
Thomas mengatakan, asteroid 2012 DA14 kemungkinan bisa terlihat pada dini hari. "Apabila cuaca cerah bisa terlihat seperti bintang yang redup. Namun, cuaca saat ini kondisinya mendung dan menyulitkan pemantauan bila hujan. Beberapa pengamat langit belum mendapat laporan. Tim dari LAPAN juga belum ada laporan," pungkasnya.
sumber : http://techno.okezone.com/read/2013/02/16/56/762881/setahun-bumi-menerima-asteroid-seberat-25-000-ton
2.12.2013
2 'Serangan' Besar ke Bumi di Bulan Februari
Posted by
Gone Asia,
on
February 12, 2013
![]() |
| 2012 DNA14 dan CME matahari © 2013 Merdeka.com |
Setidaknya ada dua ancaman besar ke bumi di bulan Februari ini menurut penelitian para astronom dan ilmuwan.
Seperti halnya planet atau benda antariksa lainnya, bumi juga merupakan planet yang sering mendapatkan ancaman dari benda luar angkasa lainnya. Sedikitnya ada dua ancaman besar yang mengarah ke bumi menurut pantauan pada ahli.
Tembakan plasma dari CME matahari
Seperti diulas oleh Indiancountrytodaymedianetwork.com (10/02), selama bertahun-tahun aktivitas matahari terus meningkat dan pada tanggal 09 Februari kemarin, bintang pijar raksasa satu ini meletus yang memicu terjadinya Coronal Mass Ejection (CME).
Dari pemicuan CME ini, banyak partikel plasma terbang terlontar dan mengarah langsung bumi. Untung saja, menurut NASA, CME dan tembakan partikel plasma ini tergolong 'jinak' dan tidak menimbulkan sesuatu yang berbahaya bagi makhluk hidup atau perangkat elektronik di bumi.
Asteroid raksasa
Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada tanggal 16 Februari nanti, akan ada sebuah asteroid raksasa yang dinamakan 2012 DA14 dengan ukuran 45 meter akan melesat melewati bumi.
Walaupun banyak pengamat mengatakan bahwa melintasinya 2012 DA14 ini tidak akan membawa dampak apapun terhadap kehidupan di bumi, namun jarak lintasnya lumayan dekat yaitu hanya sekitar 21 ribu km saja dari planet ini.
sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/2-039serangan039-besar-ke-bumi-di-bulan-februari.html
1.27.2013
Letupan Badai Matahari Bakal Terjang Bumi
Posted by
Gone Asia,
on
January 27, 2013
Coronal mass ejection (Foto: Learni.st)
CALIFORNIA - Letupan surya atau yang biasa disebut dengan coronal mass ejection (CME) diprediksi akan memberikan dampak terhadap Bumi. Letupan surya yang terjadi pada Rabu, diramalkan akan menuju ke Bumi.
Dilansir Spacedaily, Jumat (25/1/2013), badan antariksa NASA melaporkan, fenomena terhempasnya CME dari Matahari ini kabarnya akan tiba di Bumi dalam waktu satu hingga tiga hari. Observasi dari Solar Terrestrial Relations Observatory dan Solar and Heliospheric Observatory ESA/NASA menunjukkan CME terlepas dari Matahari di kecepatan 375 mil per detik.
Fenomena CME ini juga biasanya disebut sebagai badai matahari, yang dapat menimbulkan badai geomagnetik ketika letupan tersebut menerpa magnetosphere Bumi. Konon, fenomena ini juga bisa mengganggu sistem elektrik di Bumi serta mempengaruhi sistem komunikasi GPS berbasis satelit.
NASA melaporkan, perjalanan CME di kecepatan 375 mil per detik menuju Bumi tidak akan menimbulkan badai geomagnetik. Hanya saja, dampak CME tersebut kemungkinan akan menimbulkan fenomena aurora di dekat kutub Bumi.
CME kini tengah ditelusuri oleh Space Weather Prediction Center di National Oceanographic and Atmospheric Administration. NASA diharapkan memberikan informasi terkini mengenai letupan surya tersebut beberapa waktu ke depan.
Wikipedia menerangkan, CME atau lontaran massa korona merupakan ledakan besar angin surya, plasma isotop cahaya dan medan magnet yang terlontar di atas korona Matahari. CME ini berasal dari daerah aktif di permukaan Matahari.
Material yang terlontar ini merupakan plasma yang terdiri dari elektron dan protons. Ilmuwan juga meyakini bahwa letupan surya tersebut mengandung unsur helium, oksigen serta besi.
Dilansir Spacedaily, Jumat (25/1/2013), badan antariksa NASA melaporkan, fenomena terhempasnya CME dari Matahari ini kabarnya akan tiba di Bumi dalam waktu satu hingga tiga hari. Observasi dari Solar Terrestrial Relations Observatory dan Solar and Heliospheric Observatory ESA/NASA menunjukkan CME terlepas dari Matahari di kecepatan 375 mil per detik.
Fenomena CME ini juga biasanya disebut sebagai badai matahari, yang dapat menimbulkan badai geomagnetik ketika letupan tersebut menerpa magnetosphere Bumi. Konon, fenomena ini juga bisa mengganggu sistem elektrik di Bumi serta mempengaruhi sistem komunikasi GPS berbasis satelit.
NASA melaporkan, perjalanan CME di kecepatan 375 mil per detik menuju Bumi tidak akan menimbulkan badai geomagnetik. Hanya saja, dampak CME tersebut kemungkinan akan menimbulkan fenomena aurora di dekat kutub Bumi.
CME kini tengah ditelusuri oleh Space Weather Prediction Center di National Oceanographic and Atmospheric Administration. NASA diharapkan memberikan informasi terkini mengenai letupan surya tersebut beberapa waktu ke depan.
Wikipedia menerangkan, CME atau lontaran massa korona merupakan ledakan besar angin surya, plasma isotop cahaya dan medan magnet yang terlontar di atas korona Matahari. CME ini berasal dari daerah aktif di permukaan Matahari.
Material yang terlontar ini merupakan plasma yang terdiri dari elektron dan protons. Ilmuwan juga meyakini bahwa letupan surya tersebut mengandung unsur helium, oksigen serta besi.
sumber : http://techno.okezone.com/read/2013/01/25/56/751786/letupan-badai-matahari-bakal-terjang-bumi
12.20.2012
Jelang Kiamat 2012, Wanita Ini Tampil ala Alien
Posted by
Anonymous,
on
December 20, 2012
![]() |
| ibtimes |
KIEV - Valeria Lukyanova, seorang wanita yang mempermak dirinya persis boneka barbie, bersiap untuk ikut berpartisipasi pada sebuah event terkait berakhirnya kalender suku Maya 2021. Wanita ini mengenakan kostum menyerupai alien atau makhluk asing.
Dilansir Ibtimes, Kamis (20/12/2012), Valeria Lukyanova asal Ukraina ini tampaknya siap untuk pembicaraan hangat mengenai kiamat di 21 Desember 2012. Tanggal tersebut merupakan akhir dari siklus kalender suku Maya.
Manusia boneka Barbie ini akan mengenakan busana mirip alien. Pakaian tersebut percampuran antara putih dan perak serta make-up khusus yang membuatnya tampak berbeda.
Dalam sebuah foto, ia berpose dengan kakak perempuan spiritualnya, Olga Oleynik. Keduanya mengenakan pakaian bertema luar angkasa, yang memungkinkan mereka untuk berpadu dengan sesuatu yang berbau ekstraterestrial.
Model berusia 21 tahun ini memicu kontroversi karena ia terlihat aneh dengan pinggangnya yang tipis. Valerie membantah bahwa ia menjalani operasi atau melakukan editing pada software semacam Photoshop.
Gadis belia ini juga menjelaskan bahwa ia menggunakan kosmetik dan lensa kontak untuk membuat penampilannya persis boneka. Bahkan, ia juga mengunggah tutorial cara menggunakan make-up di YouTube, sehingga orang lain dapat belajar bagaimana merubah penampilan mirip dirinya.
Menurut kalendar suku Maya, 21 Desember 2012 adalah hari terakhir bak'tun 13 atau siklus 144.000 hari. Suku Maya kuno akan melihat akhir dari bak'tun 13 ini sebagai akhir dari siklus penciptaan.
Para ahli sejarah suku Maya menjelaskan, akhir dari kalender Hitungan Panjang Maya itu adalah setara dengan kebutuhan untuk membeli kalender baru setiap tahun pada Desember. Sehingga, ini bukan pertanda kiamat.
Sebagian kalangan tidak mempercayai, yang juga didukung dengan penjelasan badan antariksa NASA. NASA menegaskan bahwa tidak ada ancaman apapun yang mempengaruhi kelangsungan hidup di Bumi.
Badan antariksa asal Amerika Serikat ini bahkan telah meluncurkan video yang menerangkan bahwa tidak ada kiamat yang terjadi di 2012. "Saya sering ditanya apa yang akan terjadi pada 21/12/2012. Saya mengatakan banyak hal yang akan terjadi," tutur John Carlson, Director of the Centre for Archaeoastronomy di University of Maryland.
Ia menjelaskan, beberapa orang akan hidup, beberapa orang akan mati serta lampu mobil akan terbakar. "Akan ada juga gempa Bumi, seperti yang terjadi setiap hari. Namun, itu semua tidak ada hubungannya dengan kalender Maya kuno," imbuhnya.
Ia mengatakan, tidak ada ramalan suku maya Kuno untuk apapun yang terjadi pada tanggal tersebut. "Setelah 21/12/2012 ini berlalu, akan ada orang lain yang memprediksi akhir dunia," pungkasnya.
Sumber : Okezone
12.30.2010
Ikan Lele Bermutasi Jadi Pemangsa Manusia
Posted by
Anonymous,
on
December 30, 2010
Sejak tahun 1998 hingga 2007, tiga orang lenyap tenggelam mendadak di Great Kali River, sungai yang melintang di perbatasan antara Nepal dan India utara. Hal ini sangat aneh karena kawasan itu bukanlah habitat buaya dan predator air lain.
Terakhir, dari saksi mata yang melihat kejadian, seorang anak terlihat diseret ke dalam air oleh sesuatu yang tampak seperti babi berukuran panjang. Setelah itu, korban tidak pernah terlihat lagi, hidup atau mati. Demikian pula sisa-sisa tubuh ataupun pakaiannya.
Kasus-kasus itu memicu Jeremy Wade, biolog asal Inggris untuk mengamati apa yang ada di dalam sungai tersebut. Pasalnya, serangan hanya terjadi di kawasan tertentu, sepanjang sekitar 6 sampai 8 kilometer. Kawasan itu, menurut keterangan penduduk, merupakan kawasan di mana mereka biasa melarungkan jasad saudara-saudara mereka yang telah meninggal setelah dibakar.
Setelah meneliti menggunakan alat pengukur kedalaman, ia memastikan tidak ada lubang ditemukan, artinya serangan tidak diakibatkan oleh turbulensi yang terjadi di air.
Benar saja, tak lama setelah itu, dari jarak sekitar 1 kilometer dari serangan terakhir, seekor kerbau yang sedang minum di sungai yang hanya memiliki kedalaman 1 meter diserang dan diseret oleh sesuatu dari dalam air.
“Apapun yang mampu menyeret kerbau sebesar itu pasti memiliki ukuran dan bobot seberat 90 sampai 140 kilogram,” ucap Wade, seperti dikutip dari Discovery, 29 Desember 2010.
Dalam penelitian bawah air, Wade menemukan goonch catfish, serupa ikan lele yang memiliki panjang satu meter. Namun ikan itu gagal ditangkap. Penelitian lebih lanjut, diketahui bahwa terdapat beberapa kelompok goonch dan enam di antaranya berukuran sebesar manusia.
Setelah gagal menangkap ikan itu dengan alat pemancing, Wade coba memancing pemunculan ikan itu menggunakan seonggok kayu bakar dan disusun seolah-olah merupakan bekas kremasi jasad orang meninggal. Ternyata sukses.
Seekor goonch berukuran panjang 1,8 meter dan berbobot 75,5 kilogram, atau 3 kali lebih berat dibanding goonch lainnya berhasil ditangkap. Ikan ini diperkirakan cukup besar dan kuat untuk memakan seorang anak kecil, namun tak cukup besar untuk menyeret dan menyantap seekor kerbau.
Dari keterangan penduduk, Wade menyimpulkan bahwa ‘ikan lele’ itu telah bermutasi menjadi berselera terhadap daging manusia. Ikan juga tumbuh menjadi raksasa setelah terus mengonsumsi daging setengah matang sisa-sisa jasad manusia yang dilarungkan dan tenggelam di dasar sungai.
VivaNews.com
5.27.2010
Menyingkap Misteri Kutub Utara Mars
Posted by
Anonymous,
on
May 27, 2010
Palung-palung raksasa berbentuk spiral di kutub utara Planet Mars yang menyerupai kincir raksasa itu kini tidak lagi misterius. Ilmuwan mempunyai sedikit penjelasan tentang salah satu ciri khas Mars yang disebut Mare Boreum atau lembah-lembah raksasa.
Seperti dilansir Space.com, edisi 26 Mei 2010, pembentukan lembah-lembah raksasa spiral yang menyerupai alur tempurung hewan siput itu terbentuk melalui proses yang sangat panjang.
Proses pembentukan lembah raksasa itu sama seperti pembentukan lembah-lembah kecil yang biasa disebut Chasma Boreale, yang sudah ada sebelumnya di lokasi yang sama.
Proses yang berlangsung selama jangka waktu tertentu itu diakibatkan pengaruh matahari dan angin. Iklim di Planet Merah itu juga memungkikan pembentukan lembah yang sebelumnya dinilai misterius itu. Proses erosi dalam waktu panjang juga menjadi salah satu penyebab terbentuknya ngarai-ngarai raksasa.
Awalnya, peneliti menganggap lembah-lembah itu adalah fenomena geologis tua. Tapi mereka belum dapat membuktikan dan hanya bisa mereka-reka.
Ishak Smith, ilmuwan planet di University of Texas Austin mengatakan, bahwa selama ini pandangan peneliti itu tidak dapat dibuktikan. "Mereka ibarat judge a book by its cover," kata Smith.
Tapi, teknologi radar membuka mata ilmuwan. Teknologi radar memungkinkan ilmuwan untuk mengambil gambar 2 dimensi (2D). Mulai dari penampang palung dan lapisan dalam dinding, Radar juga membantu melacak titik-titik geometri struktur bawah tanah, untuk selanjutnya menciptakan tampilan gambar 3 dimensi.
Lembah-lembah yang curam di antara tebing-tebing itu memiliki luas sekitar 1.000 kilometer. Tebalnya mencapai sekitar 2 kilometer. Hasil penelitian radar menunjukkan bahwa lembah-lembah curam itu terbentuk jauh sebelum munculnya palung dangkal berbentuk spiral tadi.
Penelitian awal menyebut, lembah-lembah raksasa itu terbentuk akibat aktivitas mencairnya gunung es dalam waktu lama. Tapi yang menjadi pertanyaan, dalam studi penelitian radar tidak ada bukti sisa-sisa es mencair.
2.09.2010
Definisi Keanekaragaman Hayati
Posted by
Anonymous,
on
February 09, 2010
Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (Bahasa Inggris: biodiversity) adalah suatu istilah pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya. Dapat juga diartikan sebagai kondisi keanekaragaman bentuk kehidupan dalam ekosistem atau bioma tertentu. Keanekaragaman hayati seringkali digunakan sebagai ukuran kesehatan sistem biologis.
Keanekaragaman hayati tidak terdistribusi secara merata di bumi; wilayah tropis memiliki keanekaragaman hayati yang lebih kaya, dan jumlah keanekaragaman hayati terus menurun jika semakin jauh dari ekuator.
Keanekaragaman hayati yang ditemukan di bumi adalah hasil dari miliaran tahun proses evolusi. Asal muasal kehidupan belum diketahui secara pasti dalam sains. Hingga sekitar 600 juta tahun yang lalu, kehidupan di bumi hanya berupa archaea, bakteri, protozoa, dan organisme uniseluler lainnya sebelum organisme multiseluler muncul dan menyebabkan ledakan keanekaragaman hayati yang begitu cepat, namun secara periodik dan eventual juga terjadi kepunahan secara besar-besaran akibat aktivitas bumi, iklim, dan luar angkasa.
Keanekaragaman hayati dapat terjadi pada berbagai tingkat kehidupan, mulai dari organisme tingkat rendah sampai organisme tingkat tinggi. Misalnya dari mahluk bersel satu hingga mahluk bersel banyak; dan tingkat organisasi kehidupan individu sampai tingkat interaksi kompleks, misalnya dari spesies sampai ekosistem.
Secara garis besar, keanekaragaman hayati terbagi menjadi tiga tingkat, yaitu :
1. Keanekaragaman gen
Setiap sifat organisme hidup dikendalikan oleh sepasang faktor keturunan (gen), satu dari induk jantan dan lainnya dari induk betina. Keanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dalam satu jenis.
misalnya :
- variasi jenis kelapa : kelapa gading, kelapa hijau
- variasi jenis anjing : anjing bulldog, anjing herder, anjing kampung
Yang membuat variasi tadi adalah : Rumus : F = G + L
F = fenotip
G = genoti
L = lingkungan
Jika G berubah karena suatu hal (mutasi dll) atau L berubah maka akan terjadi perubahan di F. Perubahan inilah yang menyebabkan terjadinya variasi tadi.
2. Keanekaragaman jenis (spesies)
Keanekaragaman ini lebih mudah diamati daripada Keanekaragaman gen. Keanekaragaman hayati tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya beraneka macam jenis mahluk hidup baik yang termasuk kelompok hewan, tumbuhan dan mikroba.
misalnya :
- variasi dalam satu famili antara kucing dan harimau. Mereka termasuk dalam satu famili(famili/keluarga Felidae) walaupun ada perbedaan fisik, tingkah laku dan habitat.
3. Keanekaragaman ekosistem
Keanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dari ekosistem di biosfir.
misalnya :
ekosistem lumut, ekosistem hutan tropis, ekosistem gurun, masing-masing ekosistem memiliki organisme yang khas untuk ekosistem tersebut. misalnya lagi, ekosistem gurun di dalamnya ada unta, kaktus, dan ekosistem hutan tropis di dalamnya ada harimau.
Ketiga macam keanekaragaman tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Ketiganya dipandang sebagai suatu keseluruhan atau totalitas yaitu sebagai keanekaragaman hayati.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)




