Eskalator di Stasiun MRT Tiba-tiba Terbuka, Pemakai Ketakutan

Masih segar ingatan ketika seorang ibu tewas "tertelan" eskalator di Tiongkok bulan lalu. Kejadian malafungsi eskalator semacam itu kembali terjadi di negara itu pada awal pekan ini. 

Eskalator di Stasiun MRT Tiba-tiba Terbuka, Pemakai Ketakutan
Para komuter yang menggunakan MRT (kereta cepat massal) Shanghai mengalami kepanikan dan ketakutan setelah eskalator yang mereka naiki, setelah keluar dari MRT, mendadak terbuka. Peristiwa menakutkan itu terjadi di stasiun MRT Hongkou Football Stadium pada awal pekan ini sekitar pukul 14.00. 

Sejumlah komuter yang sedang menaiki eskalator menjerit bercampur tangis dan panik. Mereka berusaha meloloskan diri ketika salah satu pijakan eskalator terbuka begitu saja dan kemudian mengakibatkan kekacauan yang luar biasa. Beruntung eskalator itu berhenti beroperasi dengan sendiri dan tidak seorang pun yang cedera dalam peristiwa menegangkan itu.

Sejumlah komuter lain, yang berada di stasiun, diminta untuk beralih ke stasiun lain setelah insiden itu. Pengelola MRT diberitakan telah menghubungi operator eskalator dan meminta mereka segera melakukan perbaikan dan mengecek eskalator lain yang difungsikan di stasiun itu. 

Penyebab peristiwa sementara dalam investigasi

Insiden eskalator bermasalah menjadi topik hangat di Tiongkok akhir-akhir ini. Media lokal melaporkan telah terjadi 74 insiden kecelakaan eskalator sepanjang tahun ini yang menewaskan 73 orang dan melukai 82 orang lainnya. Setelah insiden ibu yang tewas tertelan itu, soerang pekerja kebersihan pada awal Agustus harus kehilangan kakinya karena diamputasi setelah cedera parah akibat tersangkut di salah satu pijakan eskalator.

Sejumlah kecelakaan itu menimbulkan soal keselamatan penggunaan eskalator di Tiongkok. Tidak sedikit warga yang memilih untuk menggunakan tangga dibanding menaiki eskalator. Sejumlah orang bahkan melakukan tindakan yang "aneh" karena ingin berhati-hati saat menggunakan eskalator. Mereka, misalnya, mengecek terlebih dahulu eskalator tersebut menggunakan kaki atau payung guna mengetahui fasilitas itu amana digunakan atau tidak. Sejumlah orang bahkan tidak berpijak di pijakan eskalator ketika menggunakan fasilitas. Mereka menggunakan kedua kaki dan tangganya untuk bertumpu di pegangan eskalator. Sebagian lagi bahkan melintas di atas esklator ketimbang harus berdiri nomor sebagai mana layak orang menggunakan tangga berjalan tersebut.



August 22, 2015

0 komentar:

Post a Comment