Rajin Konsumsi Ikan Bantu Lansia Tetap Aktif

Ikan adalah bahan makanan sumber protein tinggi. Ikan sangat berguna bagi kesehatan manusia dan sangat baik dikosumsi,terutama di masa pertumbuhan. Kandungan asam lemak tak jenuhnya ,EPA dan DHA (omega-3),sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Ikan yang kaya nutrisi ternyata tak hanya berguna di usia tumbuh kembang anak. Ikan juga menyediakan cukup nutrisi bagi lansia untuk tetap aktif.
Hal tersebut dibuktikan peneliti dari National Institute of Health and Nutrition, Jepang, melalui riset pada 1.000 pria dan wanita, untuk mengetahui kesehatan mental dan fisik responden. Hasil riset dipublikasikan dalam jurnal American Geriatrics Society.

Rajin Konsumsi Ikan Bantu Lansia Tetap Aktif
Ilustrasi. Dok. Shutterstock/kompas
Peneliti menanyakan beberapa hal antara lain seberapa mudah responden menemukan trasportasi umum atau membayar rekening, seberapa sering responden mengunjungi teman, atau dimintai saran. Tentunya periset juga menanyakan apa yang dikonsumsi responden. Mereka yang mengonsumsi banyak protein hewani, 39 persen lebih kecil terkena gangguan mental atau fisik hingga tujuh tahun kemudian.

Protein merupakan nutrisi penting pembangun otot yang bisa menjadi pelindung saat jatuh atau mengalami retak. Sayangnya, makin tua usia, protein semakin sulit diolah tubuh. Karenanya, konsumsi protein menjadi penting untuk tabungan di masa tua, dan membantu tubuh tetap sehat. Untuk pria, kebutuhan protein lebih tinggi karena banyaknya otot yang hilang seiring usia.


MANFAAT PROTEIN

Ikan dengan kandungan asam lemak omega 3 tinggi, membantu meringankan rasa sakit akibat radang sendi (arthritis). Ikan juga mencegah timbulnya demensia yang mengganggu kehidupan sosial lansia. 

Menurut para peneliti, penurunan mental dan fisik memiliki efek besar, tidak hanya pada perawatan di rumah atau rumah sakit tapi juga ekonomi. Kerugian ini bisa dicegah bila orangtua tetap sehat dalam waktu yang lama. 

“Asupan tinggi protein bisa membantu lansia menjaga kemampuan fungsionalnya,” kata peneliti.

Kendati begitu, konsumsi protein juga tidak bisa terlalu banyak. Hal ini berkaitan dengan hasil riset yang menyatakan, konsumsi protein hewani bisa sama mematikannya seperti rokok. Apalagi bila asupan tersebut dikonsumsi usia pertengahan.



March 16, 2014

0 komentar:

Post a Comment


loading...