Syair "Tuan Tak Bertuhan"

Jalanku membungkuk di tatapannya

Syair "Tuan Tak Bertuhan"
Ketukan sepatunya melebihi bunyi suara
Saat ia ku panggil "Tuan"
Sekali ia tetap terdiam

Pria berdasi dengan keangkuhan
Temukan ia di ruang kenikmatan
Kematian lalu akan hilang
Dari megah-megahnya kehidupan

Lalu terdengar panggil Tuhan
Tetaplah sibuk di lakukan Tuan
Tubuhnya pun dalam kekeringan
Jiwa jua kehilangan iman

Fikiran ia hanya uang
Tuan yang lupa daratan
Tuhan tak mungkinlah diam
Pada Tuan yang tak Bertuhan..




Karya : Agus Penyair Liar



December 06, 2013

9 komentar:

  1. Saya suka dengan syairnya sob. Izin copy ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Mas Agung juga ada di sini.salam aja
      Mas Agung salam sejahtera juga Mas Syafar atau yang lainya

      Delete
    2. Mas Karrysta ternyata mampir juga di halaman ini ya. Saya tadi agak malas di halaman edit template blog2 saya makanya saya putuskan untuk blogwalking sambil nyari angin segar di halaman ini ternyata saya disuguhkan dengan syair di atas. Salam juga buatmu ya Mas Karrysta.. ^_^

      Delete
    3. Salam kembali mas Karrysta, tumben barusan nongol lagi... mungkin bang Karrys habis bertapa.. supaya tambah maju ilmu blognya... hehehe

      Delete
  2. Selamat Malam Mas Syafar simak Syairnya keren juga
    bookmark buat nambahin koleksi Makalah mata pelajaran
    Syair dan sastra kebetulan saya menghadapi studi dalam waktu dekat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah.. Mas Karrysta ternyata ambil mata pelajaran syair ya. Saya yakin bangat kayaknya sobat ini puitis dan romantis orangnya kalau lagi ngobrol ama cewek..Hahahahaha...

      Delete
    2. Silahkan sodara2 ku yang baik hati, suka menolong dan tidak sombong... hehehe

      Delete
  3. Syair penuh makna. Perenungan sobat.

    ReplyDelete


loading...