Tak Sesuai Janji, Jokowi Marahi tvOne

jokowi
Hari ini tepat 100 hari Joko Widodo dan Basuki T Purnama menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Dalam rentang waktu itu, media berebut bertanya ke Jokowi seputar 100 hari setelah memimpin Jakarta.

Jokowi dengan gaya 'ndeso' ini terbilang cukup akrab dan hangat di kalangan insan media. Tadi malam, setelah dari siang hingga sore melihat lokasi banjir di Pluit, Jokowi memenuhi permintaan tvOne untuk wawancara.

Tetapi setelah itu Jokowi langsung mencak-mencak. Telisik punya telisik, penyebab marahnya mantan wali kota Solo ini dikarenakan dirinya merasa dijebak dengan pertanyaan seputar 100 hari Jokowi-Ahok. Awalnya, tvOne berjanji hanya akan mengangkat masalah banjir. Pertanyaan hanya seputar banjir dan jebolnya tanggul Jalan Latuharhary saja.

Sebelum acara siaran berlangsung, Jokowi sudah berpesan agar tidak menyertakan narasumber lain tetapi tidak sesuai jalannya program. Pihak tvOne rupanya memanfaatkan momentum untuk menanyakan seputar 100 hari kepada Jokowi.

"Bapak (Jokowi) tadi malam tampak kecewa berat dan marah," ungkap salah satu ajudan Jokowi, Ivand kepada merdeka.com, Jakarta, Selasa (22/1).

Menurut Ivand, Jokowi tidak mau berkomentar seputar 100 hari kerja setelah dirinya dilantik. Jokowi lebih memilih untuk menangani dan mencari solusi atas banjir yang melanda Ibu Kota.

"Kalau ditanya 100 hari gak mau bapak (Jokowi), kalau banjir gak apa-apa," katanya.

Salah satu orang terdekat mantan wali kota Solo itu, Anggit mengatakan tayangan yang disiarkan stasiun TvOne telah menyalahi kesepakatan awal. Hal ini yang membuat Jokowi kecewa.

"Interview yang dilakukan tvOne cuma persoalan banjir, eh ternyata malah menanyakan persoalan-persoalan lain. Wajah bapak pun berubah begitu ada narasumber lain dalam interview itu," kata Anggit dihubungi secara terpisah.

Menurut Anggit, Jokowi sangat kecewa terhadap berlangsungnya program TvOne kemarin. Selesai acara, Jokowi tampak mrengut dan kesal terhadap reporter dan karyawan TvOne.

"Kesel pastilah, tendensius gitu," tandasnya.

Menjelang seratus hari dan hingga saat ini, banjir terus menghantui Jakarta. Sejumlah wilayah khususnya di daerah Pluit masih terendam banjir. Hal ini tentu membuat Jokowi lebih fokus terlebih dahulu terhadap korban banjir dan penanganannya dibandingkan mengungkapkan perasaannya melewati 100 hari kerjanya.

"Saya nggak punya seratus hari, seribu hari, yang penting saya bekerja," kata Jokowi usai launching e-Ticketing di Lapangan Monas, Jakarta, Selasa (22/1).

Jokowi tak menghiraukan pujian ataupun kritikan dari sejumlah kalangan atas cara kerjanya. Jokowi menegaskan yang terpenting baginya adalah bekerja sesuai jabatan yang disandangnya.

"Silakan dinilai, baik silakan dan tidak baik silakan. Yang penting saya bekerja, silakan masyarakat menilai," tegas Jokowi. (merdeka.com)



January 23, 2013

0 komentar:

Post a Comment