Margaret Thatcher Terjebak Utang untuk Cari Anak

Margaret Thatcher Terjebak Utang untuk Cari Anak
Margareth Thatcher dan putranya Mark (Foto: PA)

Mantan Perdana Menteri Inggris Margareth Thatcher dikabarkan harus membayar tagihan untuk operasi pencarian anaknya yang hilang pada 1982 lalu. Saat putra Margareth hilang di Gurun Sahara ketika mengikuti balap Reli Paris-Dakar.

Pihak kantor Perdana Menteri Inggris mengkhawatirkan bahwa Mark Thatcher akan menjual cerita mengenai dirinya yang hilang di ajang reli paling berbahaya itu. Kementerian Luar Negeri Inggris pun mengeluarkan bahwa, Margareth Thatcher masih memiliki tunggakan sebesar 1.789 poundsterling atau sekira Rp27,8 juta (Rp15.561 per poundsterling).

Jumlah tersebut tentunya tidak terlalu sulit bagi seorang seperti Thatcher. Menurut Kemlu Inggris, uang tersebut dikeluarkan untuk membayar biaya operasi Mark yang saat hilang berusia 28 tahun. Demikian diberitakan Guardian, Jumat (28/12/2012).

Kantor Perdana Menteri Inggris mengatakan, empat pesawat militer Aljazair dan sebuah helikopter serta tiga pesawat milik Prancis dikerahkan untuk mencari Mark Thatcher. Ayahnya, Denis, terbang ke wilayah tersebut untuk membantu pencarian dan diperlukan sebuah pesawat Hercules milik Angkatan Udara Inggris untuk mencari Mark. Setelah enam hari, Mark akhirnya ditemukan dalam keadaan hidup dan sehat.

Mark diketahui tidak memiliki persiapan cukup untuk mengikuti reli Paris-Dakar pada Januari 1982. Bersama dengan navigator asal Prancis Anne Charlotte Vernay dan mekaniknya Jean Garnier yang juga dari Prancis, Mark menyusuri Gurun Sahara. Tetapi mobil yang mereka kendarai mengalami kerusakan sekira 250 mil dari Kota Tamanrasset.

Saat itu, pihak panitia reli tidak mengetahui keberadaan dari Mark dan timnya. Saat ditemukan, pihak kantor Perdana Menteri Inggris mengkhawatirkan bahwa Mark akan menjual cerita dirinya yang hilang selama enam hari, kepada media di Inggris.

Ketika pertanyaan mengenai biaya yang harus dikeluarkan untuk menyelamatkan anaknya, Thatcher memastikan dirinya akan membayar semua biayanya. Pada 12 Februari 1982 dia menulis, "Saya yang akan membayar tagihannya. Saya pastikan tidak ada biaya yang harus dikeluarkan oleh para pembayar pajak Inggris. Kepada siapa tagihan ini saya harus bayar?".

Tetapi menurut pihak Downing Street, hingga kini biaya tersebut belum dibayarkan oleh Thatcher. Belum diketahui bagaimana pemecahan dari biaya yang harus dibayarkan oleh Thatcher. (Okezone)



December 28, 2012

0 komentar:

Post a Comment


loading...