"Suamiku, Mimpi Burukku"


HARAPAN Dewi (samaran) menggapai cita-cita, harus ia bayar mahal. Diimingi pekerjaan di Makassar, ia justru dijadikan pekerja seks komersial. 

Ia jatuh dari pelukan satu pria ke pria lain. Setelah empat tahun, Dewi semakin tidak kuasa keluar dari lingkaran setan itu. 

Sampai kemudian seorang pria bernama Win, mengangkatnya dari kehinaan itu. Win bersedia menikahinya meski dengan status di bawah tangan. 

Dulunya, Dewi berpikir, setelah dinikahi Win, ia akan membuka kehidupan baru. Tapi rupanya tidak. Win justru membawanya pada kehancuran baru. 

Setiap malam ia menjadi korban amarah sang suami yang menderita kelainan seksual. Setiap kali hendak berhubungan, Win harus menyiksa tubuh Dewi lebih dahulu. 

Setelah Dewi terkapar barulah ia merasa bergairah. Bertahun-tahun, Dewi bertahan dengan situasi ini. Sampai kemudian ia melapor ke polisi beberapa waktu lalu karena pengiayaan berat yang dialaminya. 

Kisah pilu ini bermula dari perkenalan Dewi dengan seorang pria bernama Ali (samaran). Ali membawa Dewi ke Makassar dan mempekerjakannya pada sebuah salon kecantikan. 

Dewi tidak tahu kalau salon itu juga tempat prostitusi. Di sinilah ia pertama kali harus menjalani profesi baru sebagai pelacur. 

Setelah bekerja di salon, dua tahun kemudian Dewi pindah ke sebuah klub malam. Di sana, ia semakin terjerembab ke lembah hitam. 

Selama empat tahun lamanya menjadi pelacur, Dewi akhirnya disunting Win menjadi istri di bawah tangan. Win sudah punya istri dan tiga anak. 

Ia seorang pengusaha menengah. Daripada terus-terusan menjadi pelacur, Dewi memilih menikah dengan Win, meski hanya menjadi istri siri. 

Dewi juga sempat merasakan kebahagiaan di awal-awal pernikahannya. Tapi itu hanya bertahan setahun. 

Memasuki tahun kedua, ia mulai tak kuasa hidup serumah dengan Win, yang menderita kelainan seksual. 

Win maniak seks. Ia hanya bisa berhubungan setelah menyiksa Dewi dengan berbagai cara. 

Tubuh Dewi kerap di bakar dengan lilin, dicambuk memakai ikat pinggang. Bahkan tak jarang ia dipukul hingga pingsan. 

Penyiksaan bertahun-tahun ini mencapai klimaksnya beberapa hari lalu. Malam itu, Dewi dipaksa melucuti pakaiannya dan Win membakar tubuh istrinya dengan lilin. 

Win juga mengambil seutas tali dan mengikat tubuh perempuan malang itu di sudut ranjang. Tubuh itu kemudian dicambuk hingga meninggalkan bekas luka. 

Setelah melewati malam mengerikan itu, Dewi memutuskan melapor ke polisi. Hasil visum, Dewi mengalami penganiayaan berat. 

Esoknya, Win dijemput polisi. Awalnya ia sempat membantah semua tuduhan itu, namun kemudian diakuinya setelah Dewi memperlihatkan bekas luka di tubuhnya. 

Dewi sudah mantap bercerai. Tapi ia kini bimbang harus ke mana. Di Makassar ia tak punya siapa-siapa. 

Ia bahkan mulai ragu, apakah kelak akhirnya ia akan terjerumus lagi ke dunia hitam? 

"Saya tidak tahu. Saya tidak punya apa-apa," ucapnya.




Sumber : BKM



March 01, 2011

0 komentar:

Post a Comment