Manfaat Luar BIasa Senyawa Kulit Anggur

Interaktif, Resveratrol, senyawa yang ditemukan dalam kulit buah anggur dan buah anggur merah, memiliki kandungan antioksidan dan anti peradangan, sehingga bisa menekan peradangan pada manusia. Demikian temuan berdasarkan percobaan oleh ahli endokrin di Universitas Buffalo, Amerika Serikat.

Hasil penelitian itu dipublikasikan Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism versi online akhir Juli lalu dan akan diterbitkan dalam edisi cetak.

Husam Ghanim, PhD, asisten profesor Universitas Buffalo dan penulis pertama studi tersebut, mencatat bahwa resveratrol memperpanjang hidup dan mengurangi laju penuaan ragi, cacing gelang, dan lalat buah. 

Senyawa di Kulit Anggur
Senyawa ini juga diduga berperan dalam resistensi insulin, sebuah kondisi yang terkait dengan stres oksidatif (jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralisirnya).

"Karena tidak ada data yang menunjukkan pengaruh resveratrol terhadap stres oksidatif dan peradangan pada manusia," kata Paresh Dandona, MD, PhD, profesor kedokteran di Universitas Buffalo, "kami memutuskan untuk menentukan apakah senyawa tersebut mengurangi tingkat stres oksidatif dan inflamasi pada manusia."

Suplemen nutrisi yang mengandung 40 miligram resveratrol digunakan sebagai produk aktif. Dua puluh peserta secara acak dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 10 orang. Satu kelompok menerima suplemen, sementara kelompok lain menerima pil serupa yang tidak mengandung bahan aktif. Peserta menelan pil sekali sehari selama enam minggu. 


Manfaat Anggur yang Lain:

Anggur Merah untuk Mencegah Stroke

Resveratrol yang ditemukan di kulit dan biji buah anggur merah dapat melindungi otak dari kerusakan lebih lanjut akibat stroke...

Manfaat Anggur Merah dan Teh Hijau untuk Menghentikan Pertumbuhan Kanker Prostat

Zat polifenol di dalam anggur merah dan teh hijau bisa menghambat perumbuhan kanker....

Hasil penelitian menunjukkan bahwa resveratrol menekan generasi radikal bebas. Juga menekan spesies oksigen reaktif, molekul tidak stabil penyebab stres oksidatif, dan melepaskan faktor-faktor peradangan ke dalam aliran darah.



August 07, 2010

0 komentar:

Post a Comment